Selasa, 15 Juni 2021

TRIPLE DISRUPTIONS MENGANCAM BUMN

 

Ancaman TRIPLE DISRUPTIONS kian hari kian mencemaskan: 
I. DIGITAL disruption
II. MILLENNIAL disruption 
III. PANDEMIC disruption 
Triple Disruptions ini sdh seperri "malaikat pencabut nyawa" yg sgt ditakuti oleh byk pelaku bisnis. 
Tak hanya pemain swasta (KFC, Pizza Hut, Nikon, Kinokuniya, Ramayana, Matahari, n terakhir Giant), kini BUMN pun mulai terimbas sprti tercermin dr berita2 bbrp minggu terakhir: 
+ Garuda Indonesia tawarkan pensiun dini n menanggung rugi Rp 1,4 triliun tiap bulannya. 
+ Lima tahun terakhir utang PLN membengkak mjd sekitar Rp 500 triliun utk membangun infrastruktur kelistrikan. 
+ Di tahun 2020, profit BUMN Karya turun drastis bahkan ada yg merugi hingga Rp 7,3 triliun.  
Sy membagi 5 kelompok perusahaan yg rawan n mjd "sasaran empuk" TRIPLE DISRUPTIONS: 
#1. ASSET-HEAVY & DEBT-HEAVY: Aset fisik amat besar n tidak produktif (beban overhead menghimpit). Utang menggunung sementara arus kas seret. 
#2. LACK OF DIGITAL CAPABILITY: lemah keunggulan bersaing digital n tidak agile merespon perubahan krn birokrasi yg membelit. 
#3. OLD & DECLINING BRAND: brand-nya melapuk/menua shg tak memiliki "cool factor" lg di mata milenial/Gen-Z. Awas: "Millennials Kill Everything". 
#4. HIGH [TOUCH + CROWD + MOBILITY]: by-default bisnisnya memiliki persentuhan, kerumunan, mobilitas tinggi. Bisnis pariwisata memiliki ciri ini. 
#5. INEFFICIENT-PROTECTED: bisnis captive yg dilindungi oleh regulasi n biasanya tdk efisien. 
Melihat 5 ciri ini ada pd kebanyakan BUMN kita. Pertanyaannya: apakah BUMN bakal mjd "sasaran tembak" TRIPLE DISRUPTION berikutnya? 
Yg saya khawatirkan adl jika kejadian bbrp minggu terakhir ini adl "pucuk-pucuk gunung es" yg bisa memicu DOMINO EFFECT terpuruknya BUMN2 kita. 
A wake-up call! 
Semoga tidak. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar