Kamis, 30 Maret 2017

KLASIFIKASI IKLIM


Klasifikasi Menurut Koppen
A Iklim hujan tropik, suhu bulan terdingain >18ºC
B Iklim kering, evaporasi > presipitasi
C Iklim sedang, suhu bulan terdingin berkisar -3ºC sampai 18ºC dan suhu bulan terpanas >10 ºC.
D Iklim dingin, suhu bulan terdingin <-3ºC dan suhu bulan terpanas >10-3ºC.
E Iklim Kutub
Gambar. Klasifikasi Iklim A menurut Koppen
Klasifikasi Schmit-Fergusson
Penentuan tipe iklimnya mempergunakan nilai Q yaitu:
DARI PERHITUNGAN NILAI Q TSB & DG MENGGUNAKAN SEGI 3
SCHMIDTH & FERGUSON MK DIDPTKAN 8 TIPE IKLIM DR A – H SBB :
keunggulan
1.Cocok diterapkan di indonesia
2.Cocok utk pengembangan sektor perkebunan, hortikultura dan kehutanan
3.Cocok sbg alat penelitia tanah di daerah ropik
4.Ananlisis datanya simpel
Klasifikasi Iklim Berdasar Oldeman
Oldeman telah membuat sistem baru dalam klasifikasi iklim yang dihubungkan dengan pertanian menggunakan unsur iklim hujan. Klasifikasi menurut Oldeman tersebut sering disebut dengan zone agroklimat.
Bulan Basah (BB) : adalah bulan dengan rata-rata curah hujan > 200 mm.
Bulan Lembab (BL) : adalah bulan dengan rata-rata curah hujan 100 – 200 mm
Bulan Kering (BK) : adalah bulan dengan rata-rata curah hujan < 100 mm
Berikut pembagian tipe iklim utama yang terdiri dari 5 tipe:
Zone A : masa basah > 9
Zone B : masa basah 7 – 9
Zone C : masa basah 5 – 6
Zone D : masa basah 3 – 4
Zone E : masa basah < 3
Pengembangan klasifikasi Oldeman
Penjabaran tiap-tiap tipe agroklimat kaitanya dengan pertanian tanaman pangan sebagai berikut:
Segi tiga Oldeman
KLASIFIKASI IKLIM IRRI
Klasifikasi iklim kelompok kerja IRRI juga dirancang untuk pemakaian dalam bidang pertanian terutama budidaya tanaman padi. Kriteria bulan basah dan bulan kering yang digunakan sama dengan yang digunakan Oldeman .
Wilayah pada zone I dapat ditanami sepanjang tahun. Berbagai kombinasi pola tanam ganda mungkin dikembangkan di zone II. Pada zone III mungkin dapat ditanami dua kali setahun, sedangkan pada wilayah Zone IV hanya dapat ditanami jika tersedia prasarana irigasi untuk memenuhi kebutuhan air tanaman.
PENJABARAN IRRI
Pranata Mangsa
Selama ribuan tahun menghafalkan pola musim, iklim dan fenomena alam lainnya, akhirnya nenek moyang kita membuat kalender tahunan bukan berdasarkan kalender Syamsiah (Masehi) atau kalender Komariah (Hijrah/lslam) tetapi berdasarkan kejadian-kejadian alam yaitu seperti musim penghujan, kemarau, musim berbunga, dan letak bintang di jagat raya, serta pengaruh bulan purnama terhadap pasang surutnya air laut
1855 M: bulan-bulan musim atau bulan-bulan surya yang disebut sebagai pranata mangsa, dikodifikasikan oleh Sri Paduka Pakuowono IV atau penggunaannya ditetapkan secara resmi (penanggalan kamariah dianggap tidak memadai sebagai patokan para petani yang bercocok tanam)
Mangsa ke 1 “kasa”: 22 Juni - 2 Agustus
telur serangga menetas;
kerbau, sapi, kuda malas bekerja; ikan masuk liang
daun gugur pada pohon tertentu
pohon berbunga: jambu air, jambu monyet, durian, kedondong, nangka, rambutan, manggis, cempedak
pohon berbuah: asam, buah nona, jeruk keprok, nanas
tanah retak kurang air
Mangsa ke 2 “karo” : 2 - 25 Agustus
telur ular menetas
pohon mulai berdaun kembali; biji berkecambah
pohon berbunga: jambu air, jambu monyet, durian, kedondong, nangka, rambutan, manggis, cempedak, lengkeng, salak
pohon berbuah: asam, buah nona, jeruk keprok, jeruk siam, sawo, anggur
palawija menunjukkan kekurangan air
Mangsa ke 3 “katiga” : 25 Agustus - 18 September
daun pepohonan lebat; palawija panen
bambu, gadung, temu, kunyit semi & bertunas
pohon berbunga: asam, rambutan, salak, leci, manggis
pohon berbuah: asam, buah nona, anggur, cempedak
Mangsa ke 4 “kapat” : 18 September - 13 Oktober
burung pipit, manyar membuat sarang
binatang kaki 4 mencari pasangan; ikan keluar dari liang
pohon kapuk panen buah
pohon berbunga: jeruk keprok, jeruk nipis, kepel, markisa, salak
pohon berbuah: anggur, duwet, mangga, nangka
Sumur kering
Mangsa ke 5 “kalima” : 13 Oktober - 9 November
hujan mulai turun
pohon asam berdaun muda; kunyit & gadung berbunga
pohon berbuah: anggur, duwet, mangga, durian, cempedak
Mangsa ke 6 “kanem” : 9 November - 22 Desember
muncul lipas air
pohon berbunga: kesemek, gandaria
buah masak: mangga, durian, dll.
Mangsa ke 7 “kapitu”: 22 Desember - 3 Februari
hujan terus menerus; banjir, badai, longsor
saat tanam padi; pohon berbunga: duku, gayam
pohon berbuah: durian, jeruk manis, dondong, lengkeng, manggis, rambutan, salak
Mangsa ke 8 “kawolu” : 3 Februari - 1 Maret
muncul tenggoret/garengpung
hujan jarang; banyak guntur
tanaman padi mulai berbuah
pohon berbunga: gayam, kepel
pohon berbuah: alpukat, jeruk nipis, dondong, lengkeng, leci, manggis, salak, wuni
Banyak ulat, banyak penyakit
Mangsa ke 9 “kasanga” : 1 - 26 Maret
tenggoret keluar di pepohonan
tanaman padi berbuah
pohon berbunga: alpukat, jeruk nipis, duku, dondong, leci, salak, wuni
10. Mongso Kasadoso,
-mulai sekitar tanggal 26 Maret selama 24 hari.
-Watak mongso ini adalah Gedong minep jroning kalbu (gedung tertutup dalam hati).
- Gejala alam yang nampak adalah burung-burung pada membuat sarang dan bertelur. Tanaman polowijo pada lahan kering.
11. Mongso Desto,
-mulai sekitar tanggal 19/20 April selama 23 hari.
-Watak mongso ini adalah Setyo sinorowedi (Intan diasah). Gejala alam yang nampak adalah telur burung mulai menetas dan pada menyuapi anaknya.
12. Mongso Sodo atau Sabdo,
-mulai sekitar 12/13 Mei selama 41 hari.
-Watak mongso ini adalah Tirto sah saking sasono (air lenyap dari tempatnya). Gejala alam yang nampak adalah hujan habis, mulai kemarau. Pada pagi hari terasa dingin dan misim petani menumpuk (menyimpan) jerami.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar