Selasa, 05 Juni 2012

SURVEI DAN PEMETAAN DAERAH RAWAN BANJIR

SURVEI DAN PEMETAAN
DAERAH RAWAN BANJIR   
   Akibat tidak mampunya alur sungai   
    menampung dan mengalirkan air,
    sehingga air meluap melampaui
    tanggul dan menggenangi daerah  
    sekitarnya seperti  dataran banjir,
    dataran aluvial, tanggul  sungai dan
    rawa belakang
Tujuan mempelajari banjir
1.Mengetahui secara keruangan agihan banjir dengan cara penyajian kedalam peta kerawanan banjir pada skala dan simbol tertentu,
2.Mempelajari dan memetakan daerah rawan banjir kedalam unit bentuklahan detil,
3.Mempelajari karakteristik banjir meliputi: luas, lama, kedalaman dan frekuensi genangan banjir,
4.Memetakan kawasan rawan banjir atas dasr bentuklahan dan karakteristik 
SUNGAI DAN SEKITARNYA BANYAK  DITEMPATI MANUSIA UNTUK AKTIVITAS KEHIDUPANNYA
1.Persediaan air cukup banyak
2.Daya dukung lingkungan sekitar
3.Aksesibilitas mudah
4.Aman dari bencana
5.Tanah subur

        BANJIR Bahaya (tergantung aktivitas manusia)
        Bencana/Kerusakan
• Bangunan fisik
•Fisik lahan
•Lahan pertanian
•Hilangnya jiwa
•Hilangnya harta
•Terganggunya komunikasi
  darat, Sosial, perekonomian
   dll



DUA KELOMPOK PENYEBAB BANJIR
1.KARAKTERISTIK DAS YANG STABIL
Ø  luas DAS
Øbentuk DAS
Økemirngan lereng
Økerapatan aliran
Øsifat batuan
Øtanah
2.  KARAKTERISTIK DAS`YANG TIDAK STABIL
        Ø  Iklim
       Ø  penggunaan lahan DAS
KARAKTERISTIK DAS YANG STABIL
1. LUAS DAS
Berpengaruh terhadap waktu konsentrasi
dan juga volume total debit puncak sungai
          Qm  = c Ad nr
3.Kemiringan lereng  
   permukaan/ gradien 
   sungai  berpengaruh   
   langsung pada kece-
   patan aliran
   permukaan
5. BATUAN
   Berpengaruh terhadap kapasitas storage  yang selanjutnya berpengaruh terhadap run-off:
  Ø  DAS dengan berbatuan impervious   tidak dapat menyimpan air/ mere-  sapkan air
   Ø   DAS dengan batuan pervious dapat   menyimpan air sementara dalam   batuan

KARAKTERISTIK DAS TIDAK STABIL
Iklim  secara mikro/makro akan berubah baik secara periodik maupun akibat perubahan penggunaan lahan.
Perubahan penggunaan lahan:

              Sebelum reboisasi                                                Setelah reboisasi
Pemetaan Dengan Metode Pengharkatan (Scorring)
KELAS KERAWANAN BANJIR

MASTER PLAN
Buat peta yang akurat daerah bersangkutan
Sususn frekuensi banjir dengan periode uang 100 tahun
Delineasi pada dataran banjir untuk periode tertentu dngan AWLR pada sungai, dan kondisi dataran bnjirnya
Estimasi kerusakan yang terjadi akibat banjir pada setiap oeriode ulang tertentu
Kembangkan alternatif penguranganresiko banjir dg. Pembangunan DAM dan saluran drainase
Persiapkan desain dan biayanya
Tentukan penurunan kerusakan banjir untuk setiap alternatif pencegahan
Buat secara lengkap cost-benefit untuk masing-masing alternatif
Review masing-masing alternatif dengan faktor-faktor lain, seperti pertimbanagn politik dan lingkungan
Pilih alternatif (kombinasi) yang dapat diterima
Penyusunan laporan “master plan” dan dokumen proses tersebut di atas.

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar