Senin, 24 Desember 2012

GEOGRAFI REGIONAL INDONESIA

•PUSTAKA ACUAN 

Bintarto, 1998, Geografi Penduduk dan Demografi, Yogyakarta: Badan Penerbit Fak.Geografi UGM 
Jacub Rais, dkk.,2004, Menata Ruang Laut Terpadu, Jakarta: Pradnya Paramita 

Pannekoek, 1949, Garis Besar Geomorfologi Pulau Jawa (terjemahan 1989), Jakarta: Jurusan Geografi MIPA-UI 

Tjia,H.D.,1987, Geomorfologi, Kualalumpur: Dewan Bahasa dan Pustaka Kementerian Pendidikan Malaysia 

Verstappen,H.Th.,2001, Outline of The Geomorphology of Indonesia, A case Study on Tropical Geomorphology of A Tectogene Region, The Netherland: ITC 

Widoyo Alfandi, 2001, Epistemologi Geografi, Yogyakarta: Gadjah Mada University Press 
•Geografi: ilmu tentang lokasi & variasi keruangan atas fenomena fisik dan manusia di atas permukaan bumi 
•Tugas Geograf: 
1)menambah & mempertebal cinta tanah air > mensejahterakan masy & rakyat Indonesia 
2)menyebarluaskan rasa persatuan bangsa Indonesia melalui studi pengenalan budaya & wilayah 
3)menyebarluaskan informasi tentang SDA & permasalahannya dlm rangka hubungan kerjasama 
oMental Map (Konsep Ruang & Waktu), dgn pertanyaan: 
1)Di mana ada sesuatu? 
2)Kapan itu? 
3)Mengapa sesuatu itu ada di sana? 
4)Mengapa demikian ? 

● 
•OBYEK GEOGRAFI
Obyek Material: litosfer, atmosfer, hidrosfer, biosfer, pedosfer, antroposfer
Obyek Formal: sudut/cara pandang dan cara berfikir thd gejala dimuka bumi > spasial setting (keruangan). 
•Ada 3 unsur penting dalam Geografi: 
1)Integration of phenomena in place: unit keruangan (region/areas) > luas & sifat wilayah, interaksi antar wilayah, kandungan SDA dll. 
2)Distribution or the association of element over space: pola keruangan > mana drh surplus/minus, padat/jarang penduduk dll 
3)The organization of phenomena in space: organisasi / struktur keruangan (tata ruang), proses perubahan & status dari segi herarkhi. 

•TATA/UNSUR GEOGRAFI
Letak, luas, bentuk, batas, iklim, air, lahan, flora, fauna & manusia 
•Letak/lokasi dibedakan: 
1)Letak fisiografi (letak dalam suatu bentang alam/natural region): astronomi, klimatologi, kelautan, kontinental, geomorfologi-geologi 
2)Letak sosiogeografis(letak terhadap daerah lain di sekelilingnya) : sosial, ekonomi, poliitik, budaya/kultural 
§Letak astronomis: letak sebuah negara dalam peta (bujur & lintang) > Indonesia terletak antara 95-141ºBT & 6 LU-11º LS. 

•KONSEP WILAYAH & KEWILAYAHAN 

“REGION” >Landschaft oleh Hettner merupk bagian muka bumi yg memberikan gambaran individualitas tersendiri & meliputi bentuk keadaan alamnya beserta isinya yg tdr atas tumbuh2an, hewan, & manusia yg menghuninya. 

5 Fase sudut pandangan yg telah tumbuh dlm Geo regional (Mathieson dlm Geographical Education, 1969): 
1)Holistik/Kosmografis > awal pertumbuhan geografi yg masih dipengaruhi pandangan filsafat belum mengenal batas. Kosmografis(tata aturan alam semesta sbg suatu keseluruhan) 
2)Environmentalis > pengaruh lingkungan alam atas kehidupan > antropogeografi 
3)Posibilis > alam memberikan serangkaian alternatif > manusia harus membuat pilihan dr kemungkinan yg dibuat alam 
4)Probabilis > menghubungkan alam & proses oleh man > “statistik” > multivariabel 
5)Voluntaris > man dlm masy yg paling dominan, faktor alam tidak menjadi rintangan > perkembangan industri 
● 

•SASARAN UTAMA STUDI GEOGRAFI: mempelajari keanekaragaman perwujudan yg tdp pada muka bumi & menjelaskan hub timbal balik kehidupan & ling alam sekitarnya. 
•Memusatkan pada kemiripan & perbedaan drh muka bumi, antar hub & interaksi drh2, keteraturan yg ditemukan dlm ruang di permukaan bumi 
•Memanfaatkan pendekatan ekologi untuk membantu menafsirkan persebaran keruangan, memperhatikan unsur waktu untuk memahami tata ruang lampau & hub kelanjutannya untuk meramalkan kecenderungan perubahan dlm tat ruang 
•Merumuskan & mempertajam arti “Region” scr teknik agar dpt dipakai scr lebih berdayaguna 
•“Region” > suatu alat untuk seleksi & mempelajari pengelompokan areal fenomena yg kompleks yg tdp di muka bumi 
•“Region” > suatu konsep intelektual yg dipakai sbg kerangka pemikiran 
•THE SPASIAL ORGANISATION OF SOCIETY> Unsur Utama dlm geo.manusia adl: ruang, hub2 ruang & perubahan dlm ruang, bagaimana ruang fisik terstruktur, bgmn man melihat hub dlm ruang, bgmn man mengorganisir masy dlm ruang & bgmn konsepsinya tata perubahan ruang & penggunaannya. 
•5 kualitas yg relevan dari ruang bagi upaya pemahaman perilaku manusia: 
1)Jarak, dimensi ruang mengenai keterpisahan 
2)Keterjangkauan (accessibility) 
3)Aglomerasi 
4)Ukuran 
5)Lokasi relatif 

Produk akhir dari Geografi adl “regions” sbg perwujudan dari persamaan2 & perbedaan2 dari sesuatu yg tdp di muka bumi > diciptakan dalil2 dlm bentuk model2 spasial sbg peramalan pusat pengembangan 
•“PEWILAYAHAN” > organisasi spasial:
* Fenomena Fisikal (topografi, arus & sungai, iklim, tipe vegetasi dll)
* Fenomena manusia (kota, penduduk, aliran perdagangan dll)
* Gabungan (wisata pantai & iklim, pemusatan penduduk & topografi) 
•LANGKAH-LANGKAH: 
ØDeskripsi atas terpolanya fenomena (titik, garis, daerah > sekolah, jalan, taman) > konsep lokasi, jarak, arah, kepadatan, susunan untuk mengetahui hub antar komponen 
ØAnalisis > gerakan & aliran, difusi, hirarkhi, linkage (keterhubungan), keterjangkauan untuk menjelaskan pola2 tsb beserta fungsinya 
ØPenyusunan teori, prediksi, & pengendalian 
o Analisis Spasial: terpolanya fenomena geosfer dikaji berdasarkan perbedaannya pd drh yg berbeda 
oAnalisis Ekologis: ruang dipandang sbg satu kebulatan > terpolanya fenomena geosfer atas drh2 tertentu 
oAnalisis Kompleks Wilayah: gabungan, semula ekologis, hasil yg berbeda dari drh yg satu dgn yang lain menyebabkan interaksi dlm bentuk aliran barang, orang & jasa dari drh surplus ke minus 

Geo Regional: 
1)Struktur Wilayah > tersebarnya unsur alam & sosial di wilayah 
2)Proses Wilayah > perkembangan sejarahnya 
3)Fungsi Wilayah > sbg produk interaksi alam & manusia 
•KARAKTERISTIK GEOGRAFIS WILAYAH RI
Faktor penting terbentuknya negara: wilayah, penduduk, & pemerintahan 
•WILAYAH merp wadah & wahana suatu negara untuk mempertahankan & menyelenggarakan kehidupan rakyatnya 
•Wilayah tdr aspek yg bersifat alami & non alami membentuk satu kesatuan yg unik shg mampu menghasilkan suatu keunggulan komparatif atau kelemahan 
•Interaksi alam & man dpt merubah keunggulan mjd kelemahan & sebaliknya 
•Karakteristik Indonesia dgn wil lain krn proses2 alam yg telah membentuknya (endogen & eksogen), lokasi/posisi geografis > perbedaan wil memberi pengaruh yg berbeda dlm interaksi antara man & wilayah 
•Contoh: Kondisi iklim memp cara & aktivitas kehidupan (tabiat, budaya, mata pencaharian, & aspek kehidupan lain) 
•Interaksi ideal jika man dpt memanfaatkan alam untuk meningkatkan kesejahteraannya sekaligus fungsi alam tetap terjaga kelestariannya > Konsep pembangunan Berkelanjutan & Berwawasan Lingkungan 
•Pembangunan di Indonesia selama ini sektoral > melahirkan kemajuan semu > kurang meningkatkan kesejahteraan rakyat di tk regional. 
•LUAS & DAYA TAMPUNG PENDUDUK 
•Besar kecilnya luas suatu daerah atau pulau tertentu mempunyai pengaruh thd daya tampung pendudul baik untuk hunian maupun kegiatan pertanian & lainnya > luas pulau tidak identik jumlah/kepadatan krn tergantung kesuburan tanahnya (kasus Kalimantan dgn Jawa) 
•Bentuk & interaksi sosial-ekonomi: dengan luas daratan 1,9 juta km² & laut 3,2 juta km² dgn jumlah pulau 17.508 terdapat perbedaan keadaan & kegiatan sosial-ekonomi > menimbulkan perdagangan antar pulau > Konsep Negara Kepulauan 
•Letak geografis & tatanan geologis yg unik menyebabkan pulau-pulau di kawasan Indonesia mempunyai spektrum kenekaragaman yg cukup luas (potensi budaya, pariwisata, SDA hayati & nonhayati) 
•LETAK GEOMORFOLOGI & GEOLOGI


•Kepulauan Peg. Lingkar Pasifik dari Peg Andes Selatan, Amerika Utara, Alaska, Jepang, terus ke selatan Pilipina, Sulawesi Utara 
•Indonesia dilalui 3 deretan pegunungan: 
1)Peg. Mediteran terbentang dari Peg. Alpen, Himalaya, Myanmar, Mindanau, Sumatra, Jawa, Bali, NTB,NTT & berakhir di Laut Banda 
2)Peg. Lingkar Australia dari Selandai Baru, utara Papua & berakhir di P. Halmahera 
§Indonesia dijumpai 70 gunungapi aktif dari sekitar 115 & 400 yang mati; pantai 81.000 km; 17.508 pulau; banyak tambang (minyak bumi, batubara, gas, tembaga dll) tetapi juga rawan bencana tektonik, volkanik, banjir & kekeringan. 
● 
•BATAS & KONTAK SOSIAL BUDAYA 
•Batas antara wilayah satu dgn lainnya ada yg alami (natural boundary: samodra, sungai, danau, gunung dll.) & batas buatan (artificial boundary: tembok, pagar kawat berduri, tempat penjagaan khusus dll.) 
• 
•IKLIM & SEBARAN PENDUDUK 
ØFaktor yg menyebabkan tidak merata pend.Indonesia: kesuburan tanah, iklim, ketersediaan SDA, ketinggian tempat/relief, topografi, tk. pengetahuan& teknologi pendd. 
Ø 
•AIR & AKTIVITAS PENDUDUK 
ØAir merp kebutuhan mutlak bagi kehidupan manusia langsung & tidak langsung bagi upaya memenuhi kebutuhan domestik maupun pengembangan lingkungan hidupnya. Saat ini permasalahan air sangat mendesak diatasi (banjir & kekeringan semakin meluas). 
Ø 
•TANAH & TENAGA KERJA 
ØLuas tanah, jenis tanah, relief/topografi merup faktor pengaruh thd penggunaan lahan > 70% penduduk Indonesia hidup di bidang pertanian , tenaga kerja banyak di Jawa shg timbul pengangguran. 
ØPermasalahan: persebaran tidak merata, tingkat pendidikan yg belum optimal, masih banyak yg miskin, penciptaan tenaga kerja yg dikaitkan dgn kondisi geografi. 
• 
BASIS GEOGRAFI NEGARA KEPULAUAN 
•Konvensi Hukum Laut PBB (UNCLOS) 1982 mengatur bahwa wilayah (ruang) Indonesia sbg archipelagic state memiliki 6 dari 8 wilayah laut, yi: 
1)Laut Teritorial > laut 12 mil dari garis pangkal (base lines) 
2)Laut Pedalaman> laut yg berada antara garis pangkal dan darat 
3)Laut Kepulauan > laut yg berada di antara pulau-pulau 
4)Zona Tambahan > laut tambahan 12 mil dari batas teritorial 
5)ZEE > laut sampai 200 mil dari garis pangkal 
6)Landas Kontinen > sampai 350 mil dari garis pangkal 
•Indonesia juga memiliki 3 kategori ruang laut beserta darat & udaranya: 
1)Ruang Kedaulatan > negara memiliki kedaulatan penuh sampai laut teritorial 
2)Ruang Kewenangan > kewenangan pertahanan & keamanan di zone tambahan, penelitian & eksploitasi di ZEE, dan eksploitasi SDA di landas kontinen 
3)Ruang Kepentingan > kepentingan internasional adl hak lintas damai pada alur laut kepulauan Indonesia & kewajiban memelihara lingkungan hidup lautnya. 
•PARADIGMA WILAYAH & KEWILAYAHAN 
•Wilayah/kewilayahan sbg dasar bagi pengaturan dalam UU Penataan Ruang adalah: 
1)DAS >pemahaman bahwa dapat diidentifikasi satuan”daerah” yg terbentuk karena adanya aliran sungai > sistem ekologis oleh aliran sungai 
2)Wilayah Homogen > identifiksi “wilayah” dgn unsur-unsur yg sama dlm hal sosial, ekonom dan atau fisik alamiah > wil. pesisir, wil.produksi beras dll 
3)Wilayah Nodal > identifiksi yg terbentuk oleh adanya jaringan interaksi antar pusat-pusat kegiatan dalam hal produksi, distribusi & pelayanan > wilayah pembangunan sbg pusat pertumbuhan dll 
4)Wilayah Metropolitan > identifikasi adanya suatu wil perkotaan yg terdiiri satu atau lebih “kota induk” & kota satelitnya > JABODETABEK, GERBANGKARTASUSILA dll 
5)Wilayah Pengelolaan > ditetapkan dengan dasar hukum sbg wil kewenangan & tanggung jawab pengelolaan. 
•TATANAN GEOLOGI REGIONAL INDONESIA 
•Teori Tektonik Lempeng bahwa bumi dianggap sbg suatu benda yg dinamis, yg sedang mengalami pendinginan scr konvektif & di permukaan terlihat sbg perpindakan horisontal dgn kecepatan 1-13 cm/th 
•Indonesia yg rumit sbg akibat interaksi 3 lempeng utama > lempeng Samodra Pasifik bergerak ke arah barat, Hindia-Australia ke utara & Eurasia ke timur-tenggara menyebabkan terjadi peristiwa geologi yg spektakuler seperti kegiatan magmatik & terbentuknya zone kegempaan yg tinggi , terangkatnya kerak bumi & terbentuknya cekungan sedimenter yg kaya akan berbagai potensi sumberdaya mineral. 
•RANGKAIAN KEPULAUAN YANG TERBENTUK DI PEMATANG BUSUR LUAR NON VOLKANIK 

Pulau-pulau di sebelah barat P.Sumatra (P.Nias, Simeulue, Mentawai, & Enggano), pulau-pulau di NTT (P.Timor, Sawu, Sumba) yang merupakan rangkaian kepulauan yg terangkat ke permukaan laut & membentuk topografi punggungan akibat proses tumbukan lempeng India-Australia dengan Eurasia. > Di sebelah barat dikenal juga Pematang busur luar non Volkanik Sunda. 

Batuan punyusun : sedimen klastik laut, batuan gunungapi klastik, batuan melange, & batu gamping terumbu. 

Karakteristik fisik kawasan ini: intensitas kegempaan sangat tinggi, topografi dasar laut curam & dalam serta gelombang laut yg besar. 

Potensi sumberdaya mineral bernilai ekonomis tinggi tidak ditemukan. 
•RANGKAIAN KEPULAUAN BUSUR MAGMATIK 

Pada dasarnya adl pulau-pulau gunungapi yg terbentuk akibat tumbukan antara 2 lempeng yg berbeda sifatnya (samudra & benua) > P.Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, P.Gunungapi, sebelah utara lengan atas Sulawesi hingga Teluk Tomini & sekitar lengan barat P.Halmahera 

Pada tempat yg menghadap arah tumbukan mempunyai topografi pantai & kedalaman laut yg terjal serta berhadapan dgn laut terbuka. 

Batuan penyusun rata-rata cukup resisten thd abrasi laut, potensi air tanah cukup baik, potensi mineral bernilai ekonomi tinggi. 

Secara garis besar dibagi 6 rangkaian sesuai lokasi geografisnya: Kawasan Selat Sunda, Nusa Tenggara & Laut Banda, Teluk Tomini, Lengan Selatan Sulawesi & Flores, Kepulauan Sangihe & Talaud, dan P.Halmahera & sekitarnya. 
•RANGKAIAN KEPULAUAN SESUAI LOKASI GEOGRAFIS 
a)Pulau-pulau Kecil di Kawasan Selat Sunda > P. Krakatau, Peucang, Panaitan, Legundi, Sebesi, Sertung, Sebuku & pulau2 kecil di Teluk Lampung, batuan dasarnya nlava andesitik, tufa, breksi volkanis & endapan aluvial, aktivitas kegempaan cukup tinggi (tumbukan antar lempeng Hindia dgn Eurasia & sesar geser Semangko) 
● 
b)Pulau2 kecil di Kawasan Nusa Tenggara & Laut Banda > merup kelanjutan busur magmatik Sumatra & Jawa > P.Bali, Lombok, Sumbawa, Flores, Wetar, hingga Damar dari batuan volkan, intensitas kegempaan sangat tinggi yg kadang2 disertai tsunami, sisi selatan bertopografi dasar laut curam, di bbrp tempat ada jebakan bijih besi, emas, nikel & mangan, potensi non logam adl batu gamping. 
● 
c)Pulau2 di Teluk Tomini > diantara lengan utara & timur Sulawesi tdp gugusan pulau sbg kep.Togian, merp gunungapi aktif yg menghasilkan lava andesit & riodasit mafik, rangkaian paling selatan busur volkanik Minahasa-Sangihe hingga P.Una-Una, laut relatif tenang dgn kedalaman sedang shg pertumbuhan koralnya sangat bagus, intensitas kegempaan cukup tinggi, potensi minyak belum diketahui, sedangkan potensi mineral logam & nonlogam kecil sekali. 
• 

d) Busur Kepulauan tidak aktif di lengan selatan Sulawesi & Flores > P.Selayar & pulau2 kecil di selatan P.Sulawesi disusun batuan gunungapi & sedimen Neogen, sedangkan pulau2 di sebelah tenggara (sekitar 120-170 km utara Flores) disusun oleh andesit, basal, batuan gn api alkali tinggi & trobosan, disamping batu gamping terumbu yg mengalami pengangkatan, tidak aktifnya diduga berkaitan sistem penunjaman telah berhenti. 

e) Busur Kep.Sangihe & Talaud > busur ini memanjang ke utara dari ujung timur laut Sulawesi hingga Mindanau tengah selatan, akibat lempeng Sangihe bertabrakan dgn lempeng Halmahera, batuan andesit piroksen, basal, andesit hornblende & dasit serta batu gamping terumbu. 

f) P.Halmahera & sekitarnya > keempat lengan P.Halmahera bentunya tak teratur mirip Sulawesi, busur magmatik di lengan utara & pulau2 kecil di barat lengan selatan. Lengan timur laut & tenggara tdp batuan tersirapkan yg mencerminkan kompleks penunjaman (serpentinit, peridotit, gabro, basal, rijang merah) dijumpai juga terumbu koral. 
•RANGKAIAN KEPULAUAN YG TERBENTUK DI KAWASAN PAPARAN BENUA 

Rangkaian kepulauan ini tdp di paparan benua Asia (Sunda Platform) & paparan benua Australia (Sahul Plaform) yg menurut tatanan tektonik regional berada di belakang busur magmatik yg relatif stabil. 

Pulau yg tdp di paparan benua dibagi mjd 4 kel yi: 
1)pulau2 di Laut Cina Selatan, gugusan P.Natuna yg berbatasan dgn Malaysia, Vietnam, & Thailand tdp di barat laut P.Kalimantan, batuan penyususnnya rijang berlapis, granit, amfibolit & skis hornblende, merp jalur magmatik Zaman Kapur sama dgn pedalaman Kalimantan. Intensitas gempa sangat rendah, namun badai & gel laut yg besar mungkin tjd akibat berbatasan langsung dgn laut Cina Selatan, potensi cadangan minyak & gas bumi yg besar, di samping potensi laut hayati, sedangkan potensi mineralnya tidak menonjol. 
2)Pulau2 Kecil di Laut Jawa > Kep.seribu sbg hasil tektonik Plio-Pleistosen, tersusun dari batuan malih berderajad rendah (batu sabak, filit, kuarsit, batu pualam), jumlahnya sekitar 80. Kep.Karimunjawa sekitar 40 pulau 100 km utara Semarang, batuan Pra tersier (batu pasir, kuarsa, filit), intensitas gempa rendah, gelomban besar saat musim Barat, potensi minyak & gas bumi cukup besar. 
3)Kep. Indonesia Timur (Banggai, Sula di rian, Buton & Muna di tenggara Sulawesi, Tukangbesi, pulau2 MalukuUtara) 


•PENGELOLAAN PULAU-PULAU KECIL 
•Indonesia mempunyai 17.508 pulau yg dikelilingi laut seluas 5,8 juta km2, garis pantai sepanjang 80.791 km > pulau yg dihuni: 992; yg bernama: 5.700; yg belum bernama: 11.808. 
• 
•Pulau kecil : luas < 10.000 km2, kalau memanjang < 10 km & penduduk < 0,5 juta. 
• 
•Secara geografis pulau-pulau kecil pada kondisi perairan laut yg berbeda, jarak antara pulau kecil dgn pulau besar yg berbeda, kondisi geologi, geomorfologi & iklim yg berbeda, kedudukan thd pusat pertumbuhan sangat bervariasi. 
• 
•Pilihan pembangunan yg sustainable scr ekologis maupun ekonomi sangat terbatas, penyediaan jasa umum sangat mahal, kelangkaan SDM yg handal, pengembangan ekonomi sulit dilakukan tanpa campur tangan luar. > kemampuan untuk mengembangkan diri tanpa bantuan luar hampir tidak mungkin. 
•ISSU POKOK PENGELOLAAN PANTAI & PULAU-PULAU KECIL 
•OTONOMI DAERAH: UU No.22 th.1999 tt Pemerintah Daerah & PP No.25 th.2000 tt Kewenangan Pemerintah & Propinsi sbg daerah Otonom, mendelegasikan kewenangan penuh kpd Pemda Kabupaten > prosesnya perlu diikuti peningkatan kemampuan daerah sesuai isu yg dihadapi daerah 
• 
•PENATAAN RUANG: pengembangan pantai & pulau kecil memerlukan kriteria & fungsi kawasan 
•LINGKUNGAN: sangat cepat terpengaruh perubahan kondisi laut 
•BENCANA ALAM: sbg daerah jalur gempa & tsunami perlu upaya prefentif pengaturan konstruksi bangunan, sempadan pantai & lokasi permukiman 
•SISTEM PERMUKIMAN: fungsi pelayanan lokal, regional, nasional, global dlm kegiatan produksi 
•PERTAHANAN & KEAMANAN: drh perbatasan berpotensi mjd pos pendaratan kapal asing 
•KURANGNYA PRASARANA: pada umumnya tidak mempunuai akses yg baik thd pulau besar 
•SUMBER AIR: kurangnya ketersediaan sumber air bersih 
•PARIWISATA: pulau kecil mempunyai keunikan keindahan panorama laut yg luar biasa 
•PEMBERDAYAAN MASYARAKAT: peran masy lokal sbg pelestari lingkungan & sumberdaya ekonomi 
•KEBIJAKAN & STRATEGI PENGEMBANGAN 
•Kebijakan Pengembangan: pedoman & petunjuk penyelenggaraan pembangunan kawasan pantai pulau kecil, pengendalian & pembatasan pemanfaatan SDA, terintegrasi dlm suatu siatem pewilayahan, pengembangan peluang usaha produktif, membuka aksesibilitas, pemberdayaan masyarakat, mendorong minat swasta menanam modalnya, memfungsikan LSM 
•Strategi Pengembangan: 
1)Level Mikro (desa): pengembangan pada level “grass root” berdasarkan tingkat kemampuan masy & potensi kelautannya 
2)Level Messo (keterkaitan antar pulau): upaya meningkatkan nilai produksi dgn mengkaitkan pengembangan pasar, pengolahan produksi & kemudahan transport 
3)Level Makro: mengkaitkan dalam sistem yg lebih luas baik Nasional maupun Internasional > merupakan bagian integral kawasan pengembangan wilayah. 
•KONSTRIBUSI GEOGRAFI DLM PENGELOLAAN EKOSISTEM PULAU KECIL 
•DATA SPASIAL: 
1)Karakteristik & Potensi SDA (air, lahan, mineral/tambang, pertanian & perikanan) 
2)Potensi SDM 
3)Permasalahan lingkungan:erosi/abrasi, deposisi & polusi 
4)Potensi SD Buatan 
5)Kerawanan bencana alam yg mungkin terjadi 
•ANALISI EKOLOGIS: perubahan ekosistem akibat aktivitas manusia, gangguan lingkungan, analisis sebab-akibat 
•ANALISIS KOMPLEKS WILAYAH: menentukan pola agihan pulau, pemintakatan ekosistem, keterkaitan antar pulau 
•SINTESIS GEOGRAFI: rekomendasi pemecahan masalah lingkungan, strategi pembangnan, rekomendasi alternatif pengelolaan. 
•PRINSIP-PRINSIP PEMBANGUNAN WILAYAH KEPULAUAN 
•4 karakteristik khas lautan Nusantara: 
1)Lautan Indonesia merp wilayah marine mega-biodiversity terbesar di dunia, memiliki 8.500 spesies ikan, 555 spesies rumput laut & 950 spesies terumbu karang 
● 
2)Sejak berabad-abad lautan Indonesia & selat2nya merp jalur transportasi internasional yg ramai 
● 
3)Tiga lempeng bertemu di wil Nusantara yg memicu terjadinya gunungapi & gempa bumi namun juga merp persyaratan pembentukan SD mineral, minyak & gas bumi 
● 
4)Arus laut Samodra Pasifik yg mengalir melewati Kep.Nusantara menuju samodra Hindia merp indikator munculnya & lenyapnya gejala alam El Nino & La Nina yg mempengaruhi perubahan iklim global. 


•TINJAUAN SOSIAL-BUDAYA KEP. NUSANTARA 
•Karakteristik masy yg berkembang di masing-masing wilayah: 
1)Ada 3 basis asosiasi ekologi budaya, yi: wil barat berasosiasi Asia, wil Timur dgn Australia, & pulau-pulau diantara garis Wallacea & Weber 
2)Keragaman budaya & bahasa maupun adat istiadat memiliki keunikan yg harus dilihat sbg kekuatan > konsep Bhineka Tunggal Ika 
3)Distribusi penduduk yg tidak merata & kualitas pendd yg tidak sama > konsentrasi ada di Jawa sbg konsentrasi kekuasaan sejak Kolonial 
4)Ketimpangan pembangunan & kesenjangan tingkat kesejahteraan > fenomena pendd miskin pada sejumlah propinsi kaya SDA 
5)Tingkat kerusakan lingkungan telah terjadi di gunung, daratan, pantai & lautan > eksploitasi SDA yg berlebihan, budaya masy mjd marjinal oleh eksploitasi ekonomi. 
•TANTANGAN GLOBALISASI 
•Tantangan pembangunan scr terpadu & mendasarkan pada konsep ekosistem: 
● 
1)Pengembangan kawasan strategis > pengelolaan sumberdaya tanah, air & hutan dikatakan berhasil apabila didukung oleh tata ruang wil yg mendasarkan pada konsep spasial-ekologis > kawasan strategis memiliki prioritas & tema pengembangan yg dipandang memiliki keunggulan komparatif & kompetitif dibanding kawasan lain 
● 
2)Ciri keterpaduan perencanaan > perubahan sentralisasi mjd desentralisasi dgn perencanaan yg partisipatif, menggalang aspirasi masy & kepentingan lokal dlm mosaik membangun kebersamaan scr nasional 
● 
3)Partisipasi masy > aspirasi masy terlaksana sesuai kebutuhan 
● 
4)Kompetisi lahan antar sektor pembangunan > SKB antar kementerian Negara didasarkan pada kewenangan pengelolaan 
● 
5)Model Insensif > memberikan insentif kpd pihak2 yg berkorban 
•DINAMIKA INTERNAL & EKSTERNAL 
1)Kerjasama Eonomi Regional> 3 aspek penting: pertumbuhan, integrasi kelembagaan, sinergi sosial & keberlanjutan> kompetisi ekonomi negara tetangga seringkali merp potensi konflik shg perlu wadah regional/forum dialog > ASEAN: Sijori (Singapura, Johor, Riau), IMT-GT (Indonesia, Malaysia-Thailand-Growth Triangle), BIMP-EAGA (Brunei, Indonesia,Malaysia,Philipina-East ASEAN Growth Area) > prosesnya merp upaya menjalin keunggulan komparatif 
2)Mengembangkan otonomi > kebijakan & pelaksanaan pemb dpt terwujud scr adil & memp kelestarian lingkungan 
3)Pengembangan agropolitan & Jaringan kota dunia > Jabodetabek, Gerbangkertasusila, Joglosemar dll. 
4)Membangun masy wilayah pinggiran > melibatkan peng masy luas terutama pendd asli 
5)Kemitraan pelaku pembangunan > pemerintah-masy-dunia bisnis. 
•PEMBANGUNAN KAWASAN TIMUR INDONESIA KTI tdr 8 propinsi: NTB, NTT, Papua,Maluku, Sulut, Sulteng, Sulsel, Sulteng, Kaltim,Kalsel, Kalteng,&Kalbar 
•Kepadatan pendd rendah < 10 jiwa/km2, namun di bbrp kota: Balikpapan (365/km2), Ambon (772/km2) 
•KTI memiliki potensi sumber-sumber dasar yg penting, keunggulan budaya & keragaman adat istiadat, cadangan mineral & gas bumi, perikanan & kelautan, kehutanan & keragaman hayati. 
•Kendala infrastruktur (jalan,telekomunikasi, jaringan listrik) & kualitas SDM (13% jml pend.Indonesia). 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar